GUW0GUzoGSOpGSr0TUz9GfY0Gi==

Headline:

Strategi Pembelajaran Penguatan Numerasi dalam Pendidikan Abad ke-21

📌 Pendahuluan
Dalam era digital dan globalisasi saat ini, kemampuan numerasi menjadi salah satu keterampilan mendasar yang harus dimiliki setiap individu. Menurut Goos et al. (2009), model numerasi abad ke-21 mengintegrasikan berbagai aspek, seperti pengetahuan matematika, karakter, alat, dan konteks, yang memungkinkan peserta didik mengembangkan pemikiran matematis yang kritis dan fleksibel. Kurikulum Merdeka dan Framework AKM (Asesmen Kompetensi Minimum) juga menekankan pentingnya numerasi dalam membentuk pola pikir berkembang (growth mindset) yang berorientasi pada pemecahan masalah dan analisis kritis.

🧠 Pola Pikir Berkembang dalam Numerasi
Pola pikir berkembang (growth mindset) merupakan keyakinan bahwa kemampuan seseorang dapat ditingkatkan melalui usaha, strategi yang baik, dan dukungan yang tepat (Dweck, 2006). Dalam konteks numerasi, peserta didik dengan pola pikir berkembang lebih percaya diri dalam menyelesaikan soal matematika, tidak mudah menyerah saat menghadapi kesulitan, dan menganggap kesalahan sebagai bagian dari proses belajar.

🎯 Model Numerasi Abad ke-21
Model numerasi yang dikembangkan oleh Goos et al. (2009) mencakup beberapa elemen utama:
Pengetahuan Matematika: Konsep dasar, keterampilan numerik, dan strategi pemecahan masalah.
Karakter P5: Sikap berani mengambil risiko, mandiri, berpikir kritis, kreatif, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.
Alat: Representasi fisik dan digital seperti diagram, tabel, grafik, serta teknologi digital.
Konteks: Situasi nyata yang melibatkan aspek personal, saintifik, dan sosial budaya.

📊 Tabel Perbandingan Pola Pikir Kaku vs. Pola Pikir Berkembang

Aspek Pola Pikir Berkembang Pola Pikir Kaku
Menghadapi Tantangan Menganggap tantangan sebagai peluang belajar Menghindar dan mencari zona nyaman
Respon terhadap Kesulitan Bertahan dan mencari solusi Menyerah dengan mudah
Pandangan terhadap Usaha Menganggap usaha sebagai jalan menuju sukses Pesimis dan tidak mau mencoba
Sikap terhadap Kritik Menerima kritik sebagai bahan evaluasi Mengabaikan kritik
Persepsi terhadap Kesuksesan Orang Lain Menjadikan kesuksesan orang lain sebagai inspirasi Merasa terancam oleh keberhasilan orang lain

📖 Strategi Pembelajaran Numerasi
Untuk membangun pola pikir berkembang dalam numerasi, guru perlu menerapkan strategi yang efektif, antara lain:
🔹 Pendekatan Kontekstual: Menggunakan masalah nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
🔹 Penggunaan Teknologi: Mengintegrasikan alat digital seperti kalkulator, aplikasi pembelajaran, dan simulasi interaktif.
🔹 Diskusi dan Kolaborasi: Memberikan kesempatan bagi siswa untuk berdiskusi, bertukar ide, dan bekerja dalam kelompok.
🔹 Umpan Balik yang Konstruktif: Memberikan apresiasi terhadap usaha siswa dan membimbing mereka dalam memperbaiki kesalahan.
🔹 Orientasi Kritis: Mendorong siswa untuk mengevaluasi hasil kerja mereka dan memahami konsep secara mendalam.

📌 Kesimpulan
Numerasi bukan sekadar keterampilan menghitung, tetapi mencakup pemikiran kritis dan analitis yang membantu seseorang dalam mengambil keputusan sehari-hari. Dengan menerapkan model numerasi abad ke-21, guru dapat membangun pola pikir berkembang dalam numerasi, meningkatkan kepercayaan diri siswa, serta membekali mereka dengan keterampilan yang dibutuhkan di masa depan.

📚 Daftar Pustaka

  • Dweck, C. (2006). Mindset: The New Psychology of Success. Random House.
  • Goos, M., Stillman, G., & Vale, C. (2009). Teaching Secondary School Mathematics: Research and Practice for the 21st Century. Allen & Unwin.
  • OECD. (2021). PISA 2021 Mathematics Framework. Paris: OECD Publishing.
Table of contents

0Comments

Special Ads6
Form
Link copied successfully