Asesmen merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran yang bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik serta memperbaiki strategi pengajaran. Berdasarkan gambar yang telah disajikan, asesmen terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu asesmen formatif dan asesmen sumatif. Masing-masing memiliki peran yang berbeda dalam memastikan efektivitas pembelajaran.
Asesmen Formatif: Mendorong Perbaikan Berkelanjutan
Asesmen formatif bertujuan untuk memantau pembelajaran peserta didik secara berkala dan memberikan umpan balik yang berkelanjutan. Menurut Black & Wiliam (1998), asesmen formatif dapat meningkatkan pencapaian siswa karena memberikan kesempatan untuk memahami kekuatan dan kelemahan dalam belajar. Dengan demikian, siswa dapat menyesuaikan strategi belajarnya agar lebih efektif.
Strategi Penerapan Asesmen Formatif
Beberapa strategi yang dapat diterapkan dalam asesmen formatif meliputi:
📌 Observasi langsung – Guru mengamati bagaimana siswa berinteraksi dengan materi dan teman sekelasnya.
📌 Refleksi diri siswa – Memberikan pertanyaan reflektif agar siswa dapat mengevaluasi pemahaman mereka sendiri.
📌 Kuis singkat dan latihan – Memberikan soal-soal kecil sebagai latihan untuk menguji pemahaman mereka.
📌 Diskusi kelas – Melibatkan siswa dalam diskusi untuk melihat bagaimana mereka menyampaikan pemikiran dan solusi terhadap masalah yang diberikan.
Asesmen Sumatif: Menilai Hasil Pembelajaran
Berbeda dengan asesmen formatif, asesmen sumatif lebih berfokus pada penilaian akhir dari suatu pembelajaran. Menurut Sadler (1989), asesmen sumatif digunakan untuk menentukan sejauh mana siswa telah mencapai tujuan pembelajaran dan sering kali digunakan sebagai dasar kenaikan kelas atau kelulusan.
Contoh Asesmen Sumatif
📌 Ujian Akhir Semester (UAS) – Digunakan untuk menilai pemahaman siswa setelah menyelesaikan suatu periode pembelajaran.
📌 Tugas Akhir atau Proyek – Siswa diberikan proyek atau tugas besar yang mencerminkan penerapan keterampilan dan konsep yang telah dipelajari.
📌 Presentasi atau Portofolio – Siswa menyusun portofolio dari hasil kerja mereka selama semester untuk menunjukkan perkembangan kompetensi mereka.
Perbandingan Asesmen Formatif dan Sumatif
Aspek | Asesmen Formatif | Asesmen Sumatif |
---|---|---|
Tujuan | Memantau dan memperbaiki pembelajaran | Menilai pencapaian pembelajaran |
Waktu Pelaksanaan | Berlangsung sepanjang proses belajar | Dilakukan pada akhir periode pembelajaran |
Bentuk | Observasi, kuis, diskusi, refleksi | Ujian, proyek akhir, presentasi |
Dampak terhadap Siswa | Mendorong perbaikan dan motivasi | Menentukan kelulusan atau kenaikan kelas |
Integrasi Asesmen Formatif dan Sumatif
Meskipun asesmen formatif dan sumatif memiliki perbedaan, keduanya saling melengkapi dalam pembelajaran. Asesmen formatif memungkinkan siswa untuk terus memperbaiki diri, sedangkan asesmen sumatif memastikan bahwa mereka telah mencapai kompetensi yang diharapkan.
Menurut Wiliam (2011), kombinasi asesmen formatif dan sumatif yang tepat dapat meningkatkan keterlibatan siswa serta hasil pembelajaran yang lebih optimal. Oleh karena itu, guru perlu merancang strategi asesmen yang mencakup kedua aspek ini.
Prinsip Asesmen yang Efektif
Berdasarkan Kepmendikbud Nomor 719/P/2020, asesmen pembelajaran harus memiliki enam prinsip utama:
Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, asesmen dapat menjadi alat yang tidak hanya mengukur kemampuan siswa tetapi juga membantu mereka berkembang secara optimal.
Kesimpulan
Asesmen adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pembelajaran. Asesmen formatif memungkinkan guru untuk memberikan umpan balik secara berkala, sedangkan asesmen sumatif berfungsi untuk menilai pencapaian akhir siswa. Keduanya harus diterapkan secara seimbang agar dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran serta memastikan bahwa setiap siswa mencapai potensi maksimalnya.
Daftar Pustaka
- Black, P., & Wiliam, D. (1998). Assessment and Classroom Learning. Assessment in Education: Principles, Policy & Practice.
- Sadler, D. R. (1989). Formative assessment and the design of instructional systems. Instructional Science.
- Wiliam, D. (2011). Embedded Formative Assessment. Solution Tree Press.
- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2020). Keputusan Mendikbud Nomor 719/P/2020.
0Comments